Tren Marketing Media Sosial 2018

Brand mencoba lebih banyak cara untuk terhubung dengan audiensnya di berbagai platform sosial. Semakin sulit bagi brand untuk menarik perhatian dengan banyaknya media sosial yang ada. Penting bagi Anda untuk melihat trend marketing di beberapa media sosial besar berikut agar strategi marketing yang Anda lakukan efektif dalam menjangkau audiens.

  1. Twitter menurun

Menurut catatan Global Web Index, pengguna twitter telah menurun lebih dari 10 persen sejak 2016 hingga tinggal sepertiga dari pengguna internet. Dalam laporan triwulanan terbaru Twitter, status pertumbuhan basis pengguna Twitter tidak lain adalah lamban. Bahkan, persentase pengguna aktif harian mereka turun 2% di pertengahan tahun, dan 2 juta pengguna berhenti menggunakan Twitter sama sekali.


Twitter juga berjuang secara finansial. Selama beberapa kuartal, mereka mengalami penurunan tren saham yang stabil. Penghasilan kuartal ketiga 2017 di Twitter melaporkan penurunan 4% dalam pertumbuhan pendapatan dari tahun ke tahun. Dan dengan keluarnya COO baru-baru ini, para pengiklan mungkin dapat memutuskan untuk mengurangi anggaran iklan di Twitter.
Namun, terlepas dari itu semua, Twitter masih menjadi salah satu jejaring sosial terkemuka di seluruh dunia, dan ini dapat menjadi alasan Anda untuk tetap mempergunakannya.

  1. Instagram terus menanjak

Pengguna aktif instagram Indonesia tercatat mencapai 45 juta pengguna di tahun 2017. Instagram terus berinovasi dan melakukan penambahan fitur-fitur barunya. Agustus2016 lalu muncul fitur Instagram Story dan sukses membuat Instagram semakin populer dan semakin diminati oleh semua kalangan. Tingginya minat pemakai fitur Instagram Story di Indonesia dimanfaatkan oleh Instagram untuk menjaring lebih banyak pelaku bisnis yang menggunakan fitur Instagram Story sebagai alternatif beriklan dan berhasil meningkatkan daya jual fitur ini. Instagram Story telah menjadi salah satu tool marketing paling berpengaruh di tahun 2018, dimana selain berpromosi para pemilik bisnis juga dapat menjalin hubungan yang lebih dekat lagi dengan audiensnya

.

Instagram terbilang rajin menambahkan fitur-fitur baru yang menarik bagi marketer. Terutama dengan adanya layanan business account dan iklan yang semakin memudahkan dalam menjangkau audiens. Tidak sampai disitu saja, Instagram baru-baru ini telah menambahkan fitur IG TV dan video call.

  1. Youtube dan Video di Media Sosial Lain

Betapa pentingnya jenis pemasaran video telah mendapatkan tempat di internet dan YouTube adalah platform terbesar di mana Anda dapat menonton dan memposting video. Di mana baru-baru ini, tutorial video telah mendapatkan banyak ketenaran. Pelanggan cenderung lebih percaya pada sesuatu jika mereka dapat melihat cara kerjanya daripada hanya membacanya.


Selain platform terkemuka Youtube, media sosial lain juga menambahkan fitur video pada layanannya. Pada 2017, 90% dari semua konten yang dibagikan oleh pengguna di media sosial adalah video. Tantangan terbesar adalah bagaimana Anda dapat menangkap perhatian audiens Anda dalam 3 detik pertama.
Di Social Media Week London, Creative Strategist Facebook, Kat Hahn mengutip 'Tidak melakukan video singkat bukanlah pilihan'. Brand yang belum menggunakan video sebagai bagian dari strategi media sosial mereka harus memulai.
Cara kita mengonsumsi video berubah. Menurut Sean O’Neal dari Adaptly mobile, video adalah format iklan paling cepat nomor satu di dunia dan telah menggandakan YoY. Pada tahun 2020, video akan menjadi 80% dari semua lalu lintas internet konsumen online dan pada akhirnya akan menjadi yang paling dekat dengan face to face conversation (percakapan tatap muka) dengan audiens Anda.
David Wilding, Kepala Perencanaan di Twitter mengatakan 'video bukan strategi, ini adalah taktik'. Sebelum Anda masuk ke video, Anda perlu strategi di balik apa yang Anda lakukan. Buatlah tujuan yang jelas dan jangan hanya menggunakan video untuk kepentingan itu.
Kita telah melihat Facebook, Snapchat, Instagram dan Twitter semua berinvestasi dalam video untuk membantu menghasilkan keterlibatan dan membangun pengikut. Gunakan alat ini seperti Facebook Live dan Instagram Live untuk membuat konten baru dan menarik.
Hampir semua konten yang dikonsumsi akan berupa video, oleh karena itu pastikan semua konten video Anda berkualitas tinggi dan menarik. Cari tahu dengan tepat apa yang dicari oleh audiens target Anda dan uji konten yang berbeda untuk melihat mana yang paling berhasil.

Hal penting lain yang perlu Anda ingat bahwa strategi online saja tidak cukup. Anda dapat mulai mengembangkan strategi beriklan yang dapat menjangkau audiens sesuai sasaran dengan biaya yang relatif terjangkau, selengkapnya dapat dipelajari disini.

SHARE: