Sinergi BNI dan Sticar untuk Menujang Campaign Perbankan Indonesia

Dibalik kokohnya sebuah brand, salah satu elemen pentingnya adalah strategi promosi yang kuat, hingga brand yang Anda tampilkan menjadi kekal diingatan para konsumen. Bank Negara Indonesia merupakan salah satu contoh kokohnya sebuah brand, khususnya sebagai top of mind dalam penyedia jasa perbankan di Indonesia. Mulai dari Taplus yang begitu lekat di masyarakat Indonesia, sampai sekarang dengan platform digital mereka “YAP”, tidak pernah terlepas dari kegiatan promosi. Kami berkesempatan untuk berbicara dengan orang yang bertanggungjawab untuk pelaksanaan kampanye BNI, khususnya promosi dalam bentuk iklan. BNI merupakan salah satu klien yang sudah beberapa kali berkampanye dengan Sticar.

Mungkin kami adalah satu dari sedikit orang dari pihak luar yang berkesempatan mengunjungi kantor BNI yang baru di bilangan Pejompongan, Jakarta Pusat. “Ya kita baru pindah banget ke sini, yang di Sudirman sudah kosong”, kata Echa, Marketing Communication BNI.

Di awal perbincangan, Echa mengetahui tentang Sticar lewat word of mouth, yaitu informasi dari salah satu divisi yang ada di BNI bahwa Sticar adalah salah satu nasabah setia BNI untuk product direct. Rekomendasi tersebut diberikan di saat BNI sedang mencari platform outdoor advertising untuk salah satu kampanye yang akan mereka gulirkan. Setelah mendengar rekomendasi tersebut, Echa menemukan bahwa ada cara lain dalam beriklan, khususnya di outdoor advertising. “Sebelumnya kita menggunakan media konvensional seperti LED, dan billboard. Setelah tahu ini (Sticar) yang merupakan penyedia salah satu media outdoor advertising, bagi kita cukup menarik ya karena ada inovasi baru di outdoor advertising yang sekaligus bisa menggunakan konten digital”, ungkapnya.


“Kami Ingin Jadi Pionir dalam Menggunakan Jasa Ini.”

Di tengah banyaknya pilihan untuk beriklan, Echa masih melihat bahwa outdoor advertising masih menjadi pilihan yang utama bagi pelaku marketing. Menurutnya, penggunaan iklan luar ruang sejalan dengan behavior dari target audiens mereka yang kini tengah menyasar generasi milenial. Kebiasaan mereka menghabiskan waktu di jalan, ditambah dengan macetnya jalanan di kota-kota besar membuat mereka terdistraksi dengan adanya iklan di sekelilingnya. “Terlebih, mereka kan tidak lagi menonton televisi, jadi OOH lah yang menjadi bagian penting mereka dalam pengambilan keputusan apakah mereka akan membeli barang kita atau tidak”, ujar Echa.

Echa dan timnya meyadari betul bahwa metode iklan yang ditawarkan Sticar cukup efektif untuk industri perbankan. Oleh karena itu BNI aktif melakukan kampanye lewat metode car branding. Echa juga melihat bahwa belum banyak bank-bank yang memilih Car Branding sebagai salah satu medium OOH mereka. Sehingga BNI ingin menjadi yang terdepan dalam menggunakan jasa ini. “Kami ingin jadi pionir pertama yang mencoba untuk efektifitas pemasangan iklan di media (Car Branding) tersebut. Kita ingin membangun image bahwa BNI bisa memilih media yang mengikuti tren dan sesuai dengan kondisi dari aktivitas masyarakat”, kata Echa.

One Stop Package dan Peningkatan Performa.