Mengenal Segmentasi Pasar sebagai Penentu Arah Perusahaan

Segmentasi pasar adalah pembagian pelanggan potensial menjadi kelompok-kelompok tertentu berdasar pada kriteria tertentu dan dapat digunakan untuk mengoptimalkan pemasaran. Segmentasi sangat dibutuhkan karena akan menjadi acuan perusahaan dalam menentukan harga, distribusi, promosi dan pemasaran yang akan dilakukan. Pada umumnya, beberapa contoh segmentasi pasar adalah sebagai berikut:


Customer needs/Kebutuhan Konsumen

Merupakan tipe umum dari segmentasi pasar. Sebagai contoh, beberapa konsumen membutuhkan kopi non-kafein sementara lainnya membutuhkan kopi reguler. Maka, berdasarkan kebutuhannya penawaran umumnya adalah diferensiasi produk, harga, lokasi dan promosi.


Customer preferences/Preferensi Konsumen

Preferensi konsumen seperti racikan bahan baku, sebagai contoh brand salad dressing seluruhnya menggunakan bahan natural untuk konsumen yang tidak menyukai bahan baku kimia.


Lifestyle/Gaya Hidup

Segmentasi yang menyesuaikan dengan gaya hidup misalnya pada kaum urban. Biasanya mereka cenderung membutuhkan desain furnitur yang dibuat compact dan efisien untuk memaksimalkan ruang di rumah ukuran kecil.

Type/Jenis
Pembedaan jenis pelanggan seperti konsumen biasa versus konsumen bisnis.


Demografis
Demografi seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, kebangsaan, agama, dan etnis. Misalnya, produk asuransi yang khusus untuk manula.


Pendapatan
Tingkat pendapatan akan mempengaruhi kemampuan pembeli dalam membeli produk/jasa. Segmentasi ini dapat diterapkan seperti pada hotel yang dirancang untuk keluarga dengan anggaran terbatas atau penerbangan dengan biaya terjangkau.





Risiko
Segmentasi pasar berdasarkan pada risiko yang mereka ajukan kepada Anda. Misalnya, produk asuransi banjir dengan tarif rendah untuk rumah yang dianggap berisiko rendah.


Persepsi Risiko
Segmentasi pasar berdasarkan persepsi risiko dan toleransi mereka. Misalnya, produk keuangan untuk pelanggan yang ingin melindungi uang mereka dari inflasi tanpa mengambil risiko pasar apa pun.

Lokasi dan budaya
Segmen berdasarkan geografi dan kebudayaan setempat seperti lini restoran yang mengkustomisasi menu untuk menyertakan makanan lokal dari setiap wilayah dan kota.




Kesetiaan pelanggan
Produk, harga, dan promosi yang menargetkan pelanggan Anda yang paling setia mungkin pelanggan Anda yang paling tidak setia. Misalnya, merek fesyen yang merilis item limited edition yang dipromosikan ke pelanggan setia.


Kegemaran
Segmen berdasarkan antusiasme pelanggan untuk kategori merek, teknologi, atau produk. Misalnya, satu set kereta mainan yang dirancang untuk pemula versus satu set yang dirancang untuk penggemar yang serius.


Pengetahuan
Segmen pasar yang tahu banyak tentang produk Anda versus mereka yang tidak tahu. Misalnya, lini pakaian pria yang dirancang, diberi harga dan dipromosikan kepada individu yang tahu fesyen.


Konteks
Segmen berdasarkan situasi atau momentum khusus, seperti kartu ucapan untuk liburan, peringatan hari besar, dan momen penting lainnya.


Channels
Segmen berdasarkan saluran distribusi. Misalnya, merek fesyen yang melihat pelanggan ritel sebagai segmen yang berbeda dari pelanggan e-commerce.

Nilai-nilai
Nilai-nilai seperti pelanggan yang berusaha meminimalkan dampak lingkungan dari pembelian mereka. Seperti pelanggan yang tidak ingin menggunakan sedotan atau kantong plastik karena prinsipnya dalam menjaga lingkungan.