Perbedaan dan Cara Menyeimbangkan Peran PR and Marketing

Sebelum kita mulai berbicara tentang bagaimana pemasaran dan hubungan masyarakat dapat bekerja bersama. Sebelumnya, mari kita ketahui perbedaan keduanya.

Singkatnya, tujuan utama pemasaran adalah untuk mengubah prospek menjadi pelanggan dengan mendukung penjualan. Pemasaran menciptakan dan mempertahankan merek. Diukur dengan konversi dan pendapatan. Iklan dan promosi berbayar adalah bagian dari kampanye pemasaran.

Sementara hubungan masyarakat adalah bagaimana bercerita tentang merek, mendorong percakapan tentang merek dan mendapatkan perhatian media. Taktik hubungan masyarakat bersifat jangka panjang dan terfokus pada pembangunan dan mempertahankan reputasi merek Anda.

Lebih lanjut, perbandingan antara PR dan pemasaran:

Kegiatan / taktik

Pemasaran umumnya mencakup promosi, pemasaran langsung, dan iklan yang berupaya mendatangkan penjualan langsung; sedangkan PR difokuskan pada manajemen reputasi melalui menghasilkan liputan media yang positif dan komunikasi dari pemangku kepentingan.


Target audiens

Pemasaran bertujuan untuk menjangkau pelanggan saat ini dan yang potensial, sedangkan hubungan masyarakat adalah tentang mempertahankan hubungan positif dengan publik- apa bedanya? Dalam organisasi atau merek, peran PR mencakup audiens yang lebih luas baik pelanggan, media, untuk karyawan dan pemegang saham.


Dua tujuan terpisah

Tujuan tim pemasaran adalah untuk menjangkau konsumen dan membuat mereka berpikir, percaya atau melakukan tindakan yang berfokus pada penjualan. Pada dasarnya ini adalah tentang menjual produk atau layanan. Sedangkan public relations adalah tentang mengelola reputasi perusahaan secara positif dengan memaksimalkan saluran komunikasi antara perusahaan dan para pemangku kepentingannya. Secara keseluruhan, kegiatan pemasaran berusaha untuk mencapai pendapatan langsung, sementara PR berusaha untuk mendorong reputasi positif melalui strategi PR yang efektif.


Keabsahan pesan

Secara umum, orang dapat dengan jelas mengenali bahwa iklan dan pemasaran didorong oleh keinginan perusahaan untuk meningkatkan penjualan. Namun artikel yang memiliki nama jurnalis terkenal di dalamnya, atau presentasi oleh seseorang yang diklasifikasikan sebagai pakar industri lebih mungkin diterima oleh konsumen sebagai sumber yang kredibel.


ROI Bisnis (Laba)

Pemasaran pada umumnya didefinisikan sebagai investasi bisnis - branding dan kegiatan promosi dengan pelanggan baru menjadi ROI (Return on Investment). Sedangkan PR diklasifikasikan sebagai eksposur gratis untuk meningkatkan kredibilitas di sekitar citra perusahaan. Eskposur inilah yang akhirnya bisa diklasifikasikan sebagai ROI.


Jangka Waktu

Pemasaran adalah kegiatan yang relatif singkat, sedangkan PR menuai manfaatnya dalam periode waktu yang lebih lama. Jika pemasaran berusaha untuk mendorong kesuksesan penjualan yang nyata, manfaat dari program PR dapat dilihat sebagai investasi jangka panjang yang akan diakui oleh perusahaan untuk pencapaian di masa depan.


Disimpulkan, baik Pemasar maupun Humas profesional harus mampu membuat pesan untuk membujuk audiens ke dalam sikap atau tindakan baru. Keduanya harus berkomunikasi melalui berbagai cara termasuk saluran digital (social media, aplikasi), web dan offline. Meskipun memiliki 2 tujuan yang berbeda, keduanya dapat bersinergi.

Contoh, ketika perusahaan menunjuk public figure untuk menjadi brand ambassador, tim marketing dapat berkonsultasi dengan tim Humas untuk melakukan pertimbangan, mengingat dalam menunjuk BA harus dipilih dengan tepat. Humas dapat membantu menilai apakah public figure tersebut sesuai untuk mewakili value perusahaan. Saat launching produk, tim humas yang akan membantu mengatur agar perusahaan mendapat coverage dari media.