Mengembangkan Partnership untuk Masuk ke Pasar Baru

Menjalin partnership adalah salah satu elemen penting dalam strategi marketing, entah perusahaan Anda berjenis business to business (B2B) atau business to consumer (B2C). Dengan strategi partnership yang tepat, Anda bisa mencapai tujuan perusahaan.

Penting untuk menentukan pihak mana yang akan menjalin kerjasama dengan Anda. Untuk memilih, Anda dapat menentukan terlebih dahulu jenis partnership yang sesuai dengan kebutuhan brand Anda saat ini.



Macam-macam Partnership


1. Awareness Partnership
Tujuan dari awareness partnership ini adalah untuk meningkatkan visibilitas dan pengenalan untuk brand Anda. Partnership ini mungkin tidak akan langsung meningkatkan penjualan Anda, tapi dengan makin banyak orang tahu nama perusahaan Anda, mereka akan mulai mempertimbangkan brand-Anda untuk kebutuhan mereka.


Beberapa contoh awareness partnership ini adalah sistem endorse selebriti di media sosial, pers atau media dan partner distribusi besar lainnya.

Yang harus diingat dari partnership ini adalah pesan Anda harus jelas dan merefleksikan personality brand Anda, selain fungsi dan manfaatnya bagi calon konsumen. Perhatikan juga apakah partnership tersebut sejalan dengan target market Anda.


Sebagai contoh, misalkan Anda adalah brand minuman isotonik. Awareness Partnership melalui endorse, dapat Anda targetkan pada influencer yang dikenal memiliki gaya hidup sehat, rajin berolahraga, dan bentuk tubuh ideal.


Brand Partnership
Jika dilakukan dengan benar, brand partnership bisa membawa growth dan revenue untuk bisnis Anda. Brand partnership sangat krusial karena dapat meningkatkan brand image, brand affinity dan meningkatkan legitimasi brand.


Sebagai contoh, Blue Bird bekerjasama dengan Gojek menyediakan layanan Go-Bluebird. Kerjasama ini dapat meningkat growth dan revenue bagi keduanya. Bagi Blue Bird, kerjasama ini juga meningkat image brand menjadi brand yang terbuka dengan kemajuan teknologi, yaitu transportasi berbasis online.

Functional Partnership
Partnership jenis ini bisa meningkatkan fungsionalitas produk yang Anda tawarkan kepada konsumen. Dengan partnership jenis ini, kedua brand akan bisa mengoptimalkan fungsi produknya, dan memberi kepuasan lebih untuk pengguna.
Seringkali, functional partnership menghasilkan ROI yang besar tapi lebih banyak menguntungkan junior brand. Kedua brand yang berpartner juga membutuhkan banyak dedikasi untuk kerja sama ini.


Contoh functional partnership antara suatu brand dengan bank. Misal, dengan melakukan pembayaran dengan bank tertentu, konsumen akan memperoleh potongan pembelian produk brand Anda.


Mengapa Anda harus menjalin partnership?

1. Memberikan insight
Dalam banyak kasus, memiliki partner bisa melipatgandakan jumlah gagasan, latar belakang, dan pengalaman yang bisa bermanfaat bagi bisnis Anda.




2. Menjangkau pelanggan
Bersama-sama, Anda dapat menawarkan layanan yang jauh lebih luas kepada sejumlah klien yang jauh lebih besar. Menggandeng partner dapat memberi Anda akses ke pasar baru yang tadinya tidak bisa Anda masuki. Dengan menggandeng merk lain yang menguasai pasar yang dituju, Anda dapat menumbuhkan klien, jaringan dan akhirnya mendapatkan pelanggan Anda.

3. Menekan biaya

Dengan melakukan partnership, biaya yang digelontorkan perusahaan Anda akan lebih minim. Anda juga mendapatkan efektivitas dan efisiensi waktu walau dikerjakan oleh SDM yang terbatas. Apalagi bagi perusahaan baru atau startup yang belum memiliki banyak pegawai.