Masa Depan Marketing Ada Pada H2H (Human to Human) Marketing

Dengan munculnya saluran dan platform digital, tersedia lebih banyak solusi teknologi untuk marketing daripada sebelumnya. Menurut Scott Brinker, ada lebih dari l5.000 solusi perangkat lunak yang tersedia untuk pemasar pada tahun 2017. Tapi semua teknologi pemasaran ini tidak ada apa-apanya tanpa strategi. Pada akhirnya, tujuan pemasar adalah meningkatkan penjualan dan mendorong retensi pelanggan.
Yang menarik adalah bagaimana teknologi ini mampu wawasan lebih banyak kepada pemasar tentang apa yang sedang dilakukan dan dicari orang. Sekali lagi, tantangan terbesar adalah menyelaraskan teknologi baru dengan strategi pemasaran Anda untuk terhubung dengan orang-orang yang ingin Anda beli dari perusahaan Anda.

Anda perlu mempertimbangkan bagaimana teknologi ini akan membantu mendorong keterlibatan di setiap tahap perjalanan pembeli dan pengalaman pelanggan. Menambahkan alat baru tidak berguna kecuali Anda tahu bagaimana cara kerjanya untuk mendorong pendapatan baru.
Terlepas dari apakah Anda sedang memasarkan bisnis business to business (B2B) atau business-to-consumer (B2C), fokus Anda harus ditekankan pada marketing H2H (Human to Human).


Berikut adalah enam alasan mengapa masa depan pemasaran adalah H2H.


1. Pendekatan lebih menarik

H2H mengacu pada cara terbaru untuk mempertimbangkan pelanggan di masa kini dan masa depan, yaitu antara Human to Human. Penciptaan istilah ini menandakan cara dimana pemasaran telah menjadi lebih individual dan gaya komunikasi yang lebih intim lagi. Sebagai contoh, Anda dapat membuat kampanye pemasaran yang lebih fokus pada pengalaman manusia dan posisi perusahaan sebagai teman, bukan bisnis.




Sebagai contoh, coba Anda simak salah satu marketing yang dilakukan oleh Go-Jek. Dengan menempatkan storytelling pada sebuah billboard di kawasan yang terkenal macet, Kuningan. Go-Jek seolah "bercerita" sebagai teman. Berusaha menggugah perasaan pembacanya betapa bahagia membayangkan pulang cepat dari kantor. Lalu Go-Jek menutup storytelling tersebut dengan penutup yang menggambarkan realitas, "Mari kembali ke kenyataan. Dari tadi belom nyampe perempatan Kuningan juga?". Disinilah Go-Jek "masuk" untuk menawarkan layanannya yang mempermudah mobilitas orang-orang.

Lihat? Bagaimana storytelling dapat menarik perhatian mereka yang sedang terjebak macet, dengan sangat apik dan relatable.


2. Kualitas lebih penting daripada kuantitas


Melacak percakapan yang bermakna jauh lebih penting daripada jumlah panggilan dan email yang di-blast tim Anda setiap minggunya. Masa depan H2H berfokus pada cara-cara baru untuk mendahului pembeli target Anda.

Alih-alih meninggalkan pesan suara yang tak terhitung jumlahnya untuk prospek, ada banyak solusi teknologi pemasaran untuk meninggalkan pesan yang dipersonalisasi. Dua tools yang dapat Anda gunakan adalah Vidyard untuk video 1:1 dan Drift untuk chat online. Penggunakan tools ini telah menghasilkan banyak keberhasilan untuk menjangkau orang-orang yang tepat.




3. Pemasaran sekarang sebaiknya omnichannel


Pembeli Anda tidak hanya menggunakan satu saluran lagi. Jika dulu Anda hanya berfokus pada email. Sekarang Anda harus mengkombinasikan email, iklan bertarget, dan direct mail.




Terutama jika Anda menjual ke banyak orang di organisasi yang sama, ini tentang pendekatan pemasaran berbasis akun (ABM). Jangan berasumsi bahwa hanya satu saluran yang dapat bekerja untuk kampanye Anda.




4. Pelanggan masa depan Anda berasal dari sebuah komunitas


Di seluruh rangkaian industri, ada fokus untuk membangun komunitas individu yang berpikiran sama. Komunitas Anda akan lebih besar dari basis pelanggan Anda saat ini, dan semakin banyak manusia yang menjadi bagian dari komunitas tersebut, semakin banyak kesempatan yang akan Anda ciptakan untuk pemasaran dan penjualan. *contoh bagaimana brand memegang komunitas.


5. Fokus baru pada Storytelling


Dengan pemasaran H2H, ini tentang menciptakan narasi menarik, sebuah cerita yang orang benar-benar peduli. Terkecuali perusahaan Anda sudah memiliki sejumlah prestise, sangat sulit membuat orang peduli dengan merek Anda. Membuat cerita yang menggugah orang untuk peduli dengan apa yang Anda jual akan memiliki dampak yang jauh lebih kuat.