Marketing Trend 2019 yang Wajib Anda Ketahui

Waktu untuk resolusi tahun baru semakin dekat, kami ingin memastikan Anda mempersiapkan merek Anda dalam bentuk yang sebaik mungkin untuk menghadapi tahun yang akan datang.

Pertanyaan yang ada di benak setiap pemilik bisnis adalah: Bagaimana dapat membedakan diri saya dari pesaing? Di tahun 2019, Anda harus membedakan diri Anda dibandingkan pesaing dengan membangun identitas dan kredibilitas merek, menghasilkan konten yang menarik, dan menjaga reputasi Anda. Untuk mencapai tujuan tersebut, berikut adalah tren pemasaran 2019 yang dapat Anda gunakan untuk mendorong bisnis Anda maju di tahun baru.



  1. CEO harus ambil andil

Dengan transparansi yang dimungkinkan oleh media sosial, masyarakat seolah merasa tahu beberapa CEO perusahaan besar di dunia. Di tahun 2019, Anda juga harus mulai membranding CEO Anda.


Apa keajaiban pemasaran ini? “Menempelkan wajah” dan kepribadian ke perusahaan Anda akan membantu calon pelanggan merasa lebih nyaman terlibat dengan merek dan produk Anda, sehingga meningkatkan penjualan. Itu masuk akal, jika Anda memikirkannya.


Ini seperti perbedaan antara email pemasaran massal dan email pemasaran yang sudah dicustom. Yang satu akan terasa seperti asing, dan yang lainnya lebih mirip seperti teman. Mana yang disukai? Tentunya yang lebih menangani pelanggan secara langsung dapat memiliki efek yang sama dengan teks yang dipersonalisasi tersebut.


">


Jika Anda melibatkan CEO dalam strategi marketing Anda maka dua elemen penting untuk menumbuhkan kepercayaan: keaslian dan keakraban. Untuk mempraktekkan ini, ada berbagai pilihan kreatif yang dapat Anda manfaatkan. Streaming video langsung ke situs web dan sosial media Anda untuk mengumumkan pembaruan perusahaan atau mengambil beberapa jam setiap minggu untuk secara pribadi menjawab pertanyaan pelanggan di media sosial. Ide lainnya adalah menulis newsletter mingguan yang dikemas dengan menarik dan ditambah dengan ulasan produk unggulan Anda.


Selain itu, tentunya CEO dapat dihadirkan di iklan Anda. Beberapa perusahaan Indonesia telah melakukannya. Sebut saja Bukalapak yang telah berkali-kali melibatkan CEOnya Achmad Zaky.


2. Periklanan Native

Periklanan Native mengacu pada upaya pemasaran yang menyatu dengan lingkungan mereka. Anda pasti melihatnya di tempat kerja. Anda tahu iklan yang dipromosikan di Google di bagian atas dan bawah setiap halaman hasil pencarian? Kecuali untuk kotak hijau kecil ‘Iklan’ di sudut, mereka menyatu sepenuhnya dengan hasil organik yang mengambil sisa ruang di halaman. Gaya halus ini sekarang dapat ditemukan di banyak tempat beriklan, dari mesin pencari ke platform media sosial seperti Facebook dan publikasi media seperti BuzzFeed.



Source: Sharetribe


Tren ini mendapatkan kekuatannya dari caranya yang halus dalam mendekati konsumen. Upaya periklanan sering kali dapat menjadi 'palsu' di mata pelanggan, yang membuat mereka tidak mempercayai merek yang dipromosikan. Periklanan native, di sisi lain, menciptakan cara bagi Anda untuk menyebarluaskan konten pemasaran Anda dengan cara yang lebih konsisten dengan preferensi audiens. Anda dapat meluncurkan kampanye Anda dengan beriklan di Google Adwords, atau menjelajahi kemungkinan mempromosikan posting visual atau video melalui iklan Facebook.



3. Tingkatkan nilai hiburan merek Anda

Buat pelanggan kembali lagi dengan memposisikan diri Anda sebagai sumber konten menarik yang andal. Semua orang beralih ke Internet saat mencari pengalih perhatian dari stres sehari-hari. Hal ini terbukti efektif untuk menangkap minat scroller rata-rata internet, yang dapat Anda manfaatkan menjadi airtime untuk produk Anda.



Source: The Visual Communication Guy


Ditambah, dengan memperkuat nilai hiburan dari konten pemasaran Anda adalah kesempatan untuk memamerkan sisi humor dan playful Anda yang baik. Dengan begitu, Anda berhasil mengambil perhatian konsumen yang bosan dengan iklan yang berulang-ulang dan terkesan standar.


Selain 3 tren pemasaran di atas, masih ada banyak tren yang diprediksi bisa menjadi senjata Anda dalam mempersiapkan persaingan di tahun 2019. Tunggu edisi berikutnya!


SHARE: