Pentingnya Brand Awareness & Tips Untuk Mendongkraknya

Hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam membangun Brand Awareness

Ditengah tingginya persaingan pasar dan inovasi dimana brand-brand baru bermunculan dan setiap harinya kita terus mengonsumsi aktivitas marketing yang berlalu lalang, entah ketika kita sedang berselancar di internet maupun di jalanan dan setiap hari pula kita dituntut untuk menjadi kreatif dan tak kalah saing dari kompetisi.

Mungkin Anda sekarang tengah bekerja membangun bisnis Anda sendiri, atau mungkin Anda bekerja di sebuah agency kreatif yang menangani perbagai macam produk atau mungkin Anda tengah bekerja di sebuah startup yang baru saja mendapatkan pendanaan, kreatifitas dan inovasi adalah sesuatu yang mutlak untuk Anda konsumsi ketika Anda bekerja dalam industri yang telah disebutkan tadi.

Apabila brand yang Anda sedang bangun atau brand yang sedang Anda tangani sedang dalam tahap untuk membangun awareness entah awareness dari segi produk maupun dari segi kampanye musiman saja, sebelum kita memasuki pembahasan pada elemen-elemen yang sebaiknya tidak Anda lewatkan, ada baiknya kita mencari tahu terlebih dahulu mengapa brand awareness penting bagi brand Anda

Mengapa brand awareness penting?

Brand awareness merupakan salah satu faktor yang dibutuhkan pelaku usaha untuk memperkuat value atau nilai produknya di pasaran, sebab semakin pasar mengingat brand Anda, maka semakin besar pula daya beli yang akan mereka lakukan.

Proses pembelian dimulai dari kognitif atau pengetahuan. Calon pembeli perlu untuk mengetahui atau aware mengenai kelebihan dan kekurangan sebuah produk, yang dimana setelah calon pembeli mengetahui kelebihan dan kekurangan dari suatu produk mereka akan mencoba mengevaluasi produk bersangkutan, proses selanjutnya setelah evaluasi adalah munculnya keinginan untuk membeli yang dikategorikan sebagai proses afektif, apabila calon konsumen sudah dalam vase afektif besar kemungkinan mereka akan berlanjut pada fase konatif atau tindakan. Tindakan tersebut bisa dalam bentuk membeli atau tidak.

Layaknya perpatah “tak kenal maka tak sayang” hal ini juga berlaku pada brand Anda, calon pembeli Anda perlu tahu terlebih dahulu mengenai ‘siapa’ Anda dan ‘apa’ Anda? lantas bagaimana kalau brand Anda tidak memiliki wujud nyata di pasaran? Atau berbentuk sebuah aplikasi? Tentu hal ini akan sangat mempengaruhi bagaimana cara Anda dalam membangun awareness, pada kali ini mari kita simak beberapa hal yang sebaiknya juga tidak luput dari perhatian kita dalam proses membangun brand awareness terlepas jenis produk Anda.


ilustrasi | pexels.com

Strategi dalam membangun brand awareness

  1. Nama brand

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam pemilihan nama, nama-nama yang friendly atau mudah diingat dan mudah diucapkan namun masih tetap terdengar catchy tentu akan lebih mudah dingat oleh pasar. Agar mudah diingat dan diucapkan gunakan nama brand yang maksimal terdiri dari 3 suku kata. Baiknya nama brand berhubungan dengan produk sehingga masyarakat lebih mudah aware terhadap produk yang ditawarkan. Hal penting lainnya yang harus Anda lakukan adalah memastikan orisinalitas nama brand, lakukanlah riset terlebih dahulu sebelum mematenkan nama brand Anda.

  1. Logo

Logo yang baik adalah logo yang unik, eye catching dan dapat merepresentasikan produk. Brand juga harus mempertimbangakan filosofi atau makna dari logonya, bahkan pemilihan warna dan font didalamnya. Simak mengenai beberapa hal yang perlu Anda perhatikan terkait visual dan identitas brand Anda disini

  1. Tagline

Penggunaan tagline yang mudah diingat, catchy dan singkat akan memudahkan brand untuk dikenal.

  1. Diferensiasi produk

Keunikan yang dibawa brand anda akan semakin memudahkan orang untuk mengenali dan mengingat brand anda. Hal ini berkaitan dengan Unique Selling Point (USP) dari brand Anda. Gali lebih dalam lagi mengenai brand Anda dan kenali kompetitor Anda untuk memperkuat USP dari brand Anda.

  1. Ciptakan Message

Dengan membuat pesan yang menarik, audiens akan lebih mudah mengingat brand Anda. Selain itu, pesan yang menarik akan mengundang audiens untuk menyebarluaskannya. Pesan yang dimaksud disini bisa Anda aplikasikan dalam beberapa kegiatan marketing Anda baik secara online maupun offline. Ciptakan kampanye atau iklan dengan pesan yang dapat menggerakan atau menyentuh hati pasar, kembali lagi masing-masing pesan tentu memiliki goals atau objektif maka jangan lupakan Call To Action dari pesan yang Anda buat ketika Anda beriklan maupun berkampanye.

  1. Inovasi dan improvisasi dalam strategi marketing

“Banyak jalan menuju roma” pepatah demikian bisa menjadi analogi daripada strategi marketing yang akan Anda terapkan, kombinasikan berbagai cara untuk meningkatkan awareness. Apabila selama ini Anda berfokus pada kegiatan offline marketing mungkin Anda bisa mulai mencoba online marketing, selain itu anda juga dapat menerapkan integrated marketing untuk menggabungkan kedua aktivasi offline maupun online.

  1. Membangun traffic

Memiliki traffic yang tinggi berarti ada banyaknya pengguna internet yang membuka website produk maupun perusahaan anda dengan tujuan mencari informasi tertentu, dan hal itu berguna untuk meningkatkan brand awareness perusahaan maupun produk dan jasa. Terdapat dua jenis traffic:

  • Traffic langsung atau yang biasa disebut direct traffic merupakan traffic yang diperoleh karena audiens pengguna internet mengetik alamat website perusahaan atau produk maupun jasa anda secara langsung di browser.
  • Traffic tidak langsung yang disebut indirect traffic, merupakan traffic yang diperoleh berdasarkan dari klik link yang disebarkan melalui social media, forum dan sebagainya.

Banyak faktor yang mempengaruhi suatu trafffic, yang perlu menjadi perhatian dalam perihal traffic diantaranya adalah SEO, SEM, sosial media serta konten website Anda.

  1. Jangkau target pasar dengan menggunakan social media

Menurut data KOMINFO Indonesia berada dalam peringkat ke-6 mengenai jumlah pengguna internet yang terhitung secara global, di Indonesia sendiri menurut Kominfo terdapat 63 juta orang yang aktif menggunakan internet dan sebanyak 95 persennya mengakses sosial media. Di era digital ini proses komunikasi menjadi semakin kompleks, kita tidak lagi mengandalkan tatap muka langsung untuk berkomunikasi, banyak cara untuk menyampaikan pesan anda, salah satunya adalah melalui sosial media. Dengan jumlah pengguna internet dan pengguna sosial media yang kian meningkat ini bisa menjadi siasat Anda untuk membangun awareness terhadap brand Anda. Bangun kampanye, iklan, dan berbagai macam aktivasi lainnya melalui sosial media dan jangan lupa untuk menyesuaikannya dengan target Anda.

  1. Jangan lupakan kegiatan offline marketing

Kita memang sudah memasuki masa dimana teknologi berkembang pesat dan kegiatan online kita menjadi salah satu hal yang penting pula namun hal tersebut tidak selamanya menjadi acuan bagi kegiatan marketing Anda, hal ini kembali lagi pada kebutuhan daripada brand Anda. Offline marketing dapat mencakup banyak hal seperti: direct mail, direct phone, publikasi print, print advertising, dll. Saat ini sudah banyak inovasi yang dapat Anda terapkan seperti adanya Digital Out Of Home Advertising (DOOH) yang dinamis dan fleksibel. Dengan DOOH Anda dapat beriklan dengan lebih efektif dan efisien dengan biaya yang lebih hemat.

  1. Influencer

Salah satu tantangan yang akan Anda hadapi setelah produk Anda launching adalah bagaimana orang-orang dapat mengetahui produk Anda? Pada tahapan awareness ini Anda tentu butuh agar masyarakat atau pasar paham mengenai brand Anda dan salah satu cara untuk mendekati target Anda adalah dengan ‘berbicara’ melalui perantara dengan sosok yang kiranya adalah seorang yang dekat dengan target Anda – mereka adalah para influencer. Manfaatkan influencer untuk senantiasa berkomunikasi dengan target Anda.

Demikian beberapa elemen dan tips yang perlu Anda perhatikan dalam membangun awareness pada brand Anda. Sudah sampai tahap manakah brand Anda? Atau apakah Anda sedang menyusun starategi untuk membangun awareness pada brand Anda? klik disini agar kampanye awareness Anda lebih efektif lagi.

Sumber: Marketing.co.id, Kominfo

SHARE: