3 Trend Channel Beriklan bagi E-commerce di Indonesia

Pada umumnya, marketing yang dilakukan oleh e-commerce bertujuan untuk mendorong penjualan dengan meningkatkan awareness tentang produk dan e-commerce itu sendiri. Terlebih untuk e-commerce yang fokus pada Business to Consumer (B2C) atau Consumer to Consumer (C2C), mereka sangat membutuhkan awareness yang pada nantinya memancing masyarakat luas untuk membeli atau menjual barang mereka dari situs/marketplace yang mereka sediakan.

Sebagai bisnis yang berbasis online, strategi marketing yang dijalankan harus berimbang, baik online maupun offline. Lantas, apa saja yang menjadi strategi pemain e-commerce untuk meraih atensi publik?


  1. TVC (Iklan Televisi)

Walau iklan melalui internet terus bertumbuh, tak dipungkiri peranan perangkat televisi di masyarakat Indonesia masih memegang pengaruh yang cukup besar untuk penyebaran informasi dan juga iklan.

Tak terkecuali bagi industri e-Commerce Indonesia yang nyatanya juga masih mengandalkan iklan tv komersial. Hal ini dibuktikan dengan masih tingginya biaya belanja iklan TV yang dilakukan oleh e-commerce. Total belanja iklan televisi dari sektor retail online mencapai Rp 1,25 triliun pada 2017. Lalu, mengapa TV menarik bagi pemain industri e-commerce?

Penargetan Demografi

Elemen terpenting iklan TV adalah pilihan program yang sangat beragam. Tersedia saluran atau tayangan untuk hampir semua interest pemirsa. Asalkan Anda memiliki pemahaman yang baik tentang target audiens Anda, TV dapat membantu Anda menjangkau audiens tersebut.

Dampak yang Kuat

Tidak ada media lain yang memiliki umur panjang dan kekuatan untuk mempengaruhi daripada televisi. Kombinasi elemen audio dan visual menjadikan TV memiliki kemampuan menakjubkan untuk mencapai banyak indera secara bersamaan. Dengan channel yang tepat, kampanye TV yang dibuat dengan baik dapat membantu memperkenalkan e-commerce Anda, menjangkau pembeli baru, meraih pangsa pasar.


  1. Youtube

Sebagian besar pemilik bisnis e-commerce sadar akan Google AdWords, iklan Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, dan lainnya. Tapi pernahkah Anda mendengar tentang manfaat iklan YouTube?
Sepintas, iklan video seringkali lebih dianggap sekadar pencitraan merek, namun lebih dari itu: Anda sebenarnya dapat mendorong konversi dengan menaruh iklan YouTube. Tidak meyakinkan? Berikut adalah empat alasan untuk mencoba iklan YouTube.

Lots of volume

YouTube adalah mesin pencari No. 2 di dunia dan dilihat lebih dari 6 miliar jam per bulan. Tentunya jumlah itu akan terus meningkat. Dengan besarnya pasar dari Youtube, hal ini dapat dimanfaatkan untuk menyasar target audiens yang sesuai dengan preferensi e-commerce Anda.

Biaya rendah

Dengan iklan YouTube, dalam beberapa kasus, Anda hanya membayar beberapa ratus hingga ribu rupiah per view untuk in-stream dan in-display ads. Itu tawaran besar untuk menghasilkan brand awareness. Bahkan Anda tidak dikenakan biaya kecuali penonton menonton 30 detik video atau menyelesaikan video.

Sales

Iklan YouTube dapat menghasilkan sales untuk Anda dengan harga yang hemat biaya-bahkan lebih baik daripada saluran lain yang lebih banyak digunakan seperti Facebook atau Google AdWords standar.

Potensi biaya naik di masa depan

Saatnya untuk masuk ke iklan YouTube sekarang. Saluran terukur seperti ini cenderung cepat naik pamor, sehingga biaya mungkin akan naik dalam satu atau dua tahun ke depan.


  1. Outdoor Advertising

Semakin bisnis Anda ingin dikenal, maka semakin besar juga keharusan untuk beriklan dimana-mana. Walaupun basic-nya online, e-commerce tidak bisa dengan begitu saja melupakan OOH placement. Melalui iklan luar ruang, brand dapat menjangkau customer lain yang tidak terjangkau di online.

Salah satu outdoor advertising yang marak digunakan oleh e-commerce di Indonesia yaitu car advertising. Tanpa disadari OOH jenis ini dapat melakukan penetrasi ke banyak segmen. Sebagaimana kita tahu bahwa manusia beraktivitas di luar rumah dan iklan yang ditempatkan di luar ruang dapat menyasar audiens yang luas.

Berbicara tentang kelebihan, iklan jenis ini memiliki beberapa kelebihan tentunya.

Meningkatkan Impresi

Anda dapat menyesuaikan lokasi campaign sesuai dengan kebutuhan e-commerce Anda. di Indonesia, car advertising tidak terbatas di Jabodetabek saja, bahkan sudah merambah ke luar pulau Jawa.

Data dan Analitik

Sebagai bagian dari strategi marketing, tentunya Anda memerlukan report atas campaign yang dijalankan. Iklan jenis ini memiliki kemampuan mengukur impresi yang cukup akurat. Anda dapat melakukan tracking real-time, berapa jumlah driver yang sedang on-road termasuk jumlah kilometer yang ditempuh. Sehingga Anda mengetahui efektivitas media beriklan ini.

Biaya Terjangkau

Selain kedua kelebihan diatas, biaya yang Anda keluarkan jika beriklan di car advertising jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan billboard dan TVC.

Di Indonesia, salah satu penyedia layanan beriklan pada media mobil adalah Sti-car. Sti-car sendiri telah bekerjasama dengan beberapa e-commerce kenamaan Indonesia seperti OLX, MatahariMall dan Pegipegi.



Bahkan menurut Marcomm Pegipegi, dari beberapa channel outdoor advertising, car advertising menyumbang konversi ke sales tertinggi. Dengan begitu, media beriklan satu ini layak dipertimbangkan.



Source:

Americaexpress.com, arksidemarketing.com, bigcommerce.com, dailysocial.id, republika.co.id.


SHARE: